Diduga PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) lumut balai area Semedo" alami kerugian miliaran rupiah di akibatkan tak punya jalan produksi sendiri.
GARUDA SUMSEL NEWS TV, MUARA ENIM- Dengan viralnya pemberitaan aksi demo masyarakat yang di bantu LSM lakri Sumsel tak bisa lagi dielakkan untuk menjadi trending topik di beberapa media sosial baik itu tingkat lokal daerah, hingga santapan publik tingkat nasional. akan tetapi semua itu sepertinya tak berlaku dikalangan pemerintah daerah kabupaten Muara Enim serta PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) Lumut balai. (19/3/2025).
Bahkan baru baru ini khalayak banyak telah di suguhkan dengan pernyataan yang mengejutkan, bersumber dari kuasa hukum perusahaan PT Pertamina Geotermal Energi di rilis langsung di kolom berita media ternama di Indonesia. dalam kolom berita tersebut, sebagai kuasa hukum PT Pertamina Geotermal Energi lumut balai Arwin Tino, S.H., M.H.dengan lantangnya melontarkan kata," Aksi pemblokiran jalan tersebut telah mengakibatkan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lumut Balai Semendo kliennya mengalami kerugian sebesar Rp 13.714.512.000,- (tiga belas miliar tujuh ratus empat belas juta lima ratus dua belas ribu rupiah), karena terhentinya aktivitas perusahaan. serta mengenai semua tuntutan masyarakat bedegung bersama LSM lakri dalam aksi demo tersebut, beliau menanggapi,semua tuntutan tidak sesuai realitas dan urgensi yang ada.
Untuk menerbitkan berita, media Garuda Sumsel News tv yang akurat dan berimbang Tim media sempatkan waktu menghubungi camat Panang Enim Eko Sulistiawan, AP., M.Si melalui via WhatsApp untuk mengkonfirmasi beliau terkait laporan langsung yang dilayangkan ke bupati Muara Enim, tentang aksi demo masyarakat di desa bedegung talang gerohong yang murni lahir dari aspirasi dari perwakilan 7 desa di wilayah kecamatan Panang Enim yang di bantu LSM lakri Sumsel.namun sangat di sayangkan hingga berita ini di terbitkan sepertinya beliau enggan menjawab.
Tapi dengan bungkamnya camat Panang Enim tak membuat awak media Garuda Sumsel News tv berhenti untuk mengungkap Fakta, Apakah benar aksi ini dilakukan atas kepentingan oknum tertentu, atau memang aksi demo tersebut murni di lakukan diatas kepentingan masyarakat banyak. Berdasarkan konfirmasi singkat dengan dua kepala desa yang tercantum di dalam surat laporan camat Panang Enim yang dalam berita ini namanya enggan untuk di sebutkan, memaparkan,"bahwasanya aksi demo tersebut memang terlahir dari keluhan masyarakat yang selama ini terpendam dan terabaikan terhadap PT Pertamina Geotermal Energi (PGE) lumut balai, dan perlu di ketahui jumlah perwakilan desa yang ikut serta mendukung kegiatan tersebut tidak hanya tujuh desa akan tetapi ada sembilan desa, serta adanya LSM lakri Sumsel bersama kami mereka hanya membantu bukan provokator demo".(paparnya)
Dengan terbitnya berita ini, anggota komisi tujuh perwakilan lakri Sumsel ibu Ida nopriyanti menegaskan "kepada instansi yang terkait khususnya pemerintah Kabupaten Muara Enim agar segera mengambil tindakan yang tegas dan profesional dalam menanggapi keluhan masyarakat. serta mengenai adanya berita kerugian PT geotermal Energi (PGE) yang disebabkan pemortalan jalan desa geruhong, bisa dijadikan sebagai bukti nyata bahwasanya mereka selama ini tidak mempunyai akses jalan alternatif dan jalan produksi sendiri yang bisa di jadikan akses keluar masuk mobilisasi perusahaan di kala jalan umum masyarakat mengalami kendala, serta dalam hal ini pula dapat di simpulkan PT Pertamina Geotermal Energi lumut balai hingga saat ini masih menggunakan jalan umum yang diduga di jadikan jalan produksi"tegasnya. (Freddy Sukma KR).