Menerka Kemana Pimpinan HMI Cabang Padang ?
GARUDA NEWS TV , PADANG
Dalam sebuah organisasi, dinamika merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari dalam rangka mewujudkan kemajuan dalam organisasi dan juga menjaga eksistensi organisasi itu sendiri. Lebih lagi, dengan berdinamika membuat suatu organisasi menjadi lebih hidup dan ruang untuk bertukar pikiran serta beradu gagasan akan terus ada.
Hal ini juga berlaku bagi salah satu organisasi mahasiswa tertua di Indonesia yaitu Himpunan Mahasiswa Islam atau lazim kita kenal dengan nama HMI. Semenjak berdiri tahun 1947 lalu, berbagai macam dinamika telah HMI hadapi dan terus berhasil keluar sehingga mencetak tokoh-tokoh besar untuk Indonesia sampai saat ini.
Berkaca dari prolog di atas, dinamika yang terjadi di tubuh HMI tidak hanya di tingkat pusat saja yang memang selama ini sangat identik dengan dinamika tarik ulur. Tarik ulur ini terus mengekor ke bawah hingga ka tingkat cabang bahkan komisariat sebagai tingkatan paling kecil di HMI.
Dinamika yang ada di tubuh HMI, biasanya yang paling identik ialah ketika hendak mendekati tahun-tahun pergantian nahkoda HMI di tingkat pusat. Ya benar, pelaksanaan kongres yang dilakukan biasanya memang benar-benar membuat sekelumit masalah di internal HMI dan merembet ke cabang-cabang di seluruh Indonesia.
Melihat besarnya dampak kongres bagi HMI sendiri yang akan digelar di Pontianak, Kalimantan Barat beberapa hari mendatang, ternyata juga memberikan dampak yang besar bagi salah satu cabang tertua di Pulau Sumatera yaitu HMI Cabang Padang. Cabang yang sangat kental dengan dinamika dan permasalahan yang acapkali membuat kader-kadernya bingung dengan apa yang sedang terjadi di cabangnya sendiri.
HMI Cabang Padang di tahun ini memang sontak selalu menjadi pembicaraan khusus di tingkat Badko Sumatera Barat. Bagaimana tidak, setelah pelaksanaan konferensi cabang saja perlu waktu hampir satu tahun untuk dilantik pengurus cabangnya. Kaget? Tentu tidak, yang ada membuat kadernya hanya dilanda kebingungan saja. Melanggar konstitusikah selama itu penyusunan pengurus? Silakan kanda dan yunda jawab sendiri.
Ibarat gayung bersambut, nampaknya fase kepemimpinan pengurus HMI Cabang Padang sekarang bersua dengan tahun-tahun politik di internal HMI sendiri yaitu kongres di Pontianak nanti.
Bukannya fokus dengan urusan internal di HMI Cabang Padang dengan membenahi segala bentuk masalah yang timbul karena lamanya kekosongan kepemimpinan di internal karena tak kunjung dilantik, malahan yang terjadi sekarang para pimpinan cabang hilang bak ditelan bumi. Kemana mereka? Pergi kongres mungkin. Atau hilang ditelan ombak Pantai Purus yang besar. Entahlah.
Ironisnya lagi, hilangnya beberapa pimpinan cabang ini tidak memberikan berupa penanggung jawab untuk kegiatan yang akan dilaksanakan oleh komisariat ketika berurusan dengan cabang. Lantas pengurus yang tinggal bagaimana? Ya apalagi kalau bukan bingung karena tidak ada kejelasan informasi dan mandat yang diberikan oleh pimpinan cabang yang akan berkongres.
Lebih parahnya lagi, hilangnya beberapa pengurus cabang yang katanya pergi berjuang untuk berkongres ini tanpa adanya rapat harian sesuai amanat konstitusi di HMI. Padahal sudah jelas, bahwa rapat harian digunakan sebagai wadah untuk membahas segala hal yang akan dilakukan oleh pengurus cabang, setidaknya ikut konstitusilah. Malu dikit kenapa? Soalnya banyak anak hukum di kepengurusan HMI Cabang Padang sekarang.
Terlepas dari fakta di atas, harapannya akan ada titik terang tentang bagaimana nasib HMI Cabang Padang selama pelaksanaan kongres mendatang karena pimpinannya tidak ada di wisma yang beralamat di Jalan Hang Tuah Nomor 158 Kota Padang itu. Ya, setidaknya ada mandatlah ke pengurus yang tinggal agar kegiatan oleh komisariat ketika berurusan dengan cabang dapat terus berjalan.
Kita sama tahu kalau kongres tidak tahu selesai kapan, jangan sampai selama kongres kosong lagi kepengurusan di HMI Cabang Padang. Masa iya, mengulangi kesalahan berkali-kali kanda dan yunda pengurus.(*)